Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Bojonegoro bekerja sama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro menyelenggarakan kegiatan GENRE Goes to Campus dengan tema “Menikah di Usia Muda antara Cinta, Kesiapan, dan Risiko Perceraian”. Kegiatan ini diikuti oleh 150 mahasiswa dan mahasiswi UNUGIRI Bojonegoro. (21/01/2026)
Kegiatan diawali dengan sambutan Dekan HKI UNUGIRI Bojonegoro yang menyampaikan bahwa pernikahan merupakan keputusan besar dalam kehidupan sehingga harus dipersiapkan secara matang, baik dari aspek mental, emosional, maupun sosial. Persiapan diri menjadi kunci utama dalam membangun rumah tangga yang harmonis. Di tengah pesatnya perkembangan media sosial, mahasiswa diharapkan mampu berpikir kritis (critical thinking) agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan. Mahasiswa juga diingatkan agar tidak cepat merasa nyaman dengan apa yang diperoleh saat ini, melainkan tetap memiliki mimpi dan tujuan hidup yang jelas setelah menikah.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Dinas P3AKB Kabupaten Bojonegoro. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul harus dimulai dari perencanaan kehidupan sejak dini, termasuk perencanaan pernikahan. Mahasiswa yang hadir dalam kegiatan ini merupakan generasi pilihan yang diharapkan mampu menjadi pelopor dan penggerak Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP).
Pendewasaan Usia Perkawinan merupakan upaya untuk meningkatkan usia perkawinan pertama agar mencapai usia ideal, yaitu minimal 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Program ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda agar siap secara fisik, mental, emosional, pendidikan, ekonomi, dan sosial, sehingga mampu membangun keluarga yang berkualitas, sehat, dan sejahtera, sekaligus sebagai upaya pencegahan pernikahan usia anak dan penurunan angka perceraian.
Lebih lanjut disampaikan bahwa perasaan cinta harus tetap memiliki batasan dan tidak sampai menimbulkan sikap “buta cinta” yang berpotensi menimbulkan penyesalan di kemudian hari. Pernikahan usia anak harus dicegah karena berdampak pada kualitas pendidikan serta masa depan anak. Oleh karena itu, edukasi dan pemahaman mengenai kesiapan pernikahan menjadi hal yang sangat penting bagi generasi muda.
Dalam sesi penyampaian materi, kegiatan ini menghadirkan dua pemateri dengan topik yang relevan dan kontekstual. Materi pertama mengangkat tema “Mengurai Akar Masalah Darurat Pernikahan Dini di Kabupaten Bojonegoro: dari Data Realitas Sosial hingga Jalan Keluar Berbasis Kolaborasi” yang disampaikan oleh Shandy Sugijanto, S.E., M.H. Materi ini membahas kondisi faktual pernikahan dini di Kabupaten Bojonegoro berdasarkan data dan realitas sosial yang ada, serta menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan perkawinan anak.
Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh dr. Fitri Munira Pitaloka, M.Kes. dengan tema “Kebijakan Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Strategi Pencegahan Perkawinan Anak”. Pada sesi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai arah kebijakan pembangunan keluarga dan kependudukan, serta strategi konkret yang dapat dilakukan oleh generasi muda dalam mendukung pendewasaan usia perkawinan dan pencegahan perkawinan anak.
Melalui kegiatan GENRE Goes to Campus ini, Dinas P3AKB Kabupaten Bojonegoro berharap para mahasiswa dapat menjadi agen perubahan dengan menyebarluaskan informasi serta pesan-pesan positif terkait perencanaan kehidupan berkeluarga kepada keluarga, teman, dan masyarakat sekitar. Dengan demikian, upaya mewujudkan keluarga berkualitas dan menekan angka perceraian dapat dilakukan secara berkelanjutan.
|
|
|
|
|
Sangat Puas
60 % |
Puas
20 % |
Cukup Puas
10 % |
Tidak Puas
10 % |