BOJONEGORO – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Bojonegoro melaksanakan Pertemuan Optimalisasi Pencatatan SIGA dan SIRIKA bersama Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Faskes) pada 29–30 September 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari dalam dua tahap tersebut diikuti oleh 69 fasilitas kesehatan di Kabupaten Bojonegoro, yang terdiri atas faskes pelayanan KB, klinik dokter, serta klinik bidan.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya DP3AKB Kabupaten Bojonegoro dalam meningkatkan kualitas pencatatan dan pelaporan data pelayanan Keluarga Berencana (KB), khususnya melalui optimalisasi pemanfaatan SIGA (Sistem Informasi Keluarga) dan SIRIKA.
Dalam arahannya, Sekretaris DP3AKB Kabupaten Bojonegoro menyampaikan bahwa SIGA dan SIRIKA merupakan dua instrumen penting yang harus berjalan secara bersamaan dan saling mendukung.
SIGA (Sistem Informasi Keluarga) merupakan sistem informasi yang memuat data keluarga dan pembangunan keluarga, termasuk data pelayanan Keluarga Berencana. Sementara itu, SIRIKA menjadi instrumen penting dalam pencatatan dan pengelolaan pasokan serta distribusi alat dan obat kontrasepsi (alokon) ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Menurutnya, kedua instrumen tersebut perlu berjalan beriringan. Data pelayanan KB yang tercatat dalam SIGA harus selaras dengan data persediaan dan pergerakan alokon yang tercatat dalam SIRIKA. Keselarasan tersebut diperlukan untuk menghasilkan data yang akurat, lengkap, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pencatatan dan pelaporan juga tidak hanya dipandang sebagai kewajiban administrasi. Pencatatan merupakan bagian penting dari setiap proses pelayanan yang dapat digunakan untuk memastikan kesesuaian antara data dengan kondisi nyata di lapangan.
Setiap momentum pelayanan diharapkan dapat dimanfaatkan oleh faskes untuk melakukan pengecekan, pembaruan, serta memastikan seluruh data telah tercatat secara tepat dan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Sekretaris Dinas juga menekankan pentingnya peran staf balai sebagai kepanjangan tangan DP3AKB dalam melakukan koordinasi dan pendampingan bersama faskes. Melalui koordinasi yang berkelanjutan, berbagai kendala dalam pencatatan SIGA maupun SIRIKA diharapkan dapat segera dikomunikasikan dan ditindaklanjuti.
Melalui kegiatan tersebut, seluruh faskes diharapkan semakin memahami pentingnya pencatatan SIGA dan SIRIKA serta mampu melaksanakan pencatatan secara tertib, tepat waktu, lengkap, valid, dan berkesinambungan.
Ke depan, DP3AKB Kabupaten Bojonegoro mendorong agar tidak terjadi kesenjangan antara data pelayanan KB dengan data alokon. Dengan demikian, SIGA dan SIRIKA dapat menjadi satu kesatuan data yang saling mendukung dalam penyelenggaraan pelayanan KB.
Lebih dari sekadar memenuhi kewajiban administrasi, pencatatan yang baik diharapkan mampu memberikan gambaran kondisi pelayanan KB dan ketersediaan alokon secara nyata. Data tersebut selanjutnya dapat menjadi dasar dalam mendukung perencanaan, pengendalian, evaluasi, serta peningkatan kualitas pelayanan KB di Kabupaten Bojonegoro.
Dengan penguatan pencatatan dan pemanfaatan data secara berkelanjutan, DP3AKB Kabupaten Bojonegoro berkomitmen untuk terus mendorong terwujudnya data pelayanan KB yang berkualitas sebagai dasar dalam memberikan pelayanan yang tepat dan optimal kepada masyarakat.
Data akurat, pelayanan tepat. SIGA dan SIRIKA berjalan bersama, data semakin berkualitas, pelayanan KB semakin optimal.
|
|
|
|
|
Sangat Puas
64 % |
Puas
18 % |
Cukup Puas
9 % |
Tidak Puas
9 % |